Cara Menghitung Volume Pondasi Rumah

Pondasi yang powerful dapat menciptakan rumah menjadi lebih tahan lama, kokoh, dan awet. Oleh sebab itu, anda harus tahu teknik menghitung volume pondasi lokasi tinggal yang tepat supaya rumahmu tidak gampang hancur! Pondasi ialah struktur bangunan sangat dasar dan merupakan hal terpenting yang memengaruhi powerful atau tidaknya suatu bangunan.  Jika pondasi yang di bina tepat dan kuat, maka lokasi tinggal dan bangunan yang diciptakan juga sudah dijamin kokoh, begitu pun sebaliknya.  Oleh sebab itu, urgen untuk memahami bagaimana teknik menghitung volume pondasi rumah supaya hunian bisa berdiri kokoh.

Seiring berjalannya waktu rumah yang sudah kita bangun puluhan tahun lalu semakin lama akan mengealami kerusakan pada dinding, atam, maupun interior yang anda aplikasikan ke rumah anda apanila tidak di rawat dengan baik oleh si pemilik rumah tersebut. Mencari Jasa Renovasi Rumah adalah langkah yang tepat untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan tersebut. Apabila anda masih keadaan bingung dengan perhitungannya, simak saja formula menghitung volume pondasi lokasi tinggal di bawah ini! Berikut ini Cara Menghitung Volume Pondasi Rumah:

1. Cara Menghitung Volume Pondasi Tapak

Pondasi tapak ialah pondasi yang tercipta dari beton bertulang yang disusun menyerupai papan atau tapak. Umumnya pondasi ini dipakai pada bangunan bertingkat atau bangunan yang berdiri di tanah lembek sebagai andalan struktur kolom. Cara menghitung volume pondasi ialah dengan memakai rumus yang satu ini:

• Volume pondasi = (tinggi 1 x tinggi 2 /2) x sisi x sisi

Keterangan:

• Tinggi 1 ialah tinggi borongan pondasi tapak.

• Tinggi 2 ialah tinggi unsur bawah pondasi tapak.

• Sisi ialah panjang pondasi tapak.

Berikut ialah contoh perhitungan volume pondasi tapak:

• Diketahui bahwa tinggi borongan pondasi tapak ialah 2 meter, tinggi unsur bawah pondasi tapak ialah 1 meter, dan panjang pondasi tapak ialah 3 meter.

– Volume pondasi: (2 x 1 /2) x 3 x 3 = 9 m3

2. Rumus Menghitung Volume Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam ialah salah satu cara rekayasa kiat dalam penciptaan pondasi bangunan.Pondasi ini diciptakan oleh Ir. Soedijatmo saat dirinya mengupayakan mendirikan bangunan di tanah berawa.

Cara menghitung volume pondasi cakar ayam ialah dengan memakai rumus:

• Volume pondasi (V) = L x P x T

Sedangkan guna menghitung keperluan material pondasi cakar ayam per buah merupakan:

• Besi (batang): ((L/B+1) x (Lx2+Tx2)) x 2/B

• Split (m3): 0,82 x V

• Pasir (m3): 0,54 x V

• Semen (zak): Kebutuhan pasir x 1000 /32 /R

Keterangan:

• V ialah volume pondasi cakar ayam per buah (m3)

• L ialah lebar cakar ayam (m)

• P ialah panjang cakar ayam (m)

• T ialah tebal cakar ayam (m)

• R ialah rasio semen berbanding pasir

• B ialah panjang besi (m)

Berikut ialah contoh perhitungan volume pondasi cakar ayam:

• Diketahui bahwa lebar cakar ayam ialah 5 meter, panjang cakar ayam ialah 10 meter, dan tebal cakar ayam ialah 3 meter.

– Volume pondasi: 5 x 10 x 3 = 150 m3

3. Cara Menghitung Volume Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali ialah pondasi yang diciptakan menggunakan batu alam yang ditumpuk menjadi suatu susunan dengan format dan ukuran tertentu. Pondasi ini adalahpondasi yang sangat sering dipakai di rumah-rumah Indonesia. Cara menghitung volume pondasi batu kali ialah dengan memakai rumus:

• Volume pondasi = luas penampang x jumlah total panjang pondasi

Sementara guna menghitung luas penampang, anda dapat menggunakan rumus ini:

• Luas penampang = (lebar unsur atas pondasi + lebar unsur bawah pondasi) x tinggi pondasi / 2

Berikut ialah contoh perhitungan volume pondasi batu kali:

Diketahui lebar unsur atas pondasi ialah 2 meter, lebar unsur bawah pondasi ialah 3 meter, tinggi pondasi ialah 5 meter, dan total panjang pondasi ialah 10 meter.

Volume pondasi: ((2 + 3) x 5 /2)) x 10 = 125 m3

Leave a Comment