Homeschooling dan keluarga

Tanoto FoundationMenurut Pusat Statistik Pendidikan Nasional, hampir
1,1 juta anak menjalani homeschooling pada tahun 2005 saja. Begitulah
banyak anak. Dahulu kala, homeschooling adalah a
pernyataan radikal – sesuatu seperti deklarasi kemerdekaan.
Itu adalah orang Kristen konservatif yang menganjurkan homeschooling
tahun 80-an dan disahkan di setiap Negara Bagian. Tapi tipikal
homeschooler hari ini tidak memiliki motivasi religius.

Survei terbaru menunjukkan bahwa orang tua sebenarnya cukup muak
sistem sekolah umum tempat banyak pembelajaran berada
dangkal dan wajib. Mereka juga mengkhawatirkan hal-hal negatif
lingkungan sekolah mulai dari narkoba dan penyalahgunaan hingga teman sebaya yang negatif
tekanan. Hasilnya, kami memiliki campuran yang mengejutkan dari orang-orang yang terbentuk
dunia homeschooling saat ini. Mereka memotong semua agama
dan batas wilayah. Tujuan utama mereka adalah memberikan makna dan
pembelajaran produktif melalui metode yang memperkuat ikatan
di antara berbagai anggota keluarga.

Semua keluarga ini memiliki satu kesamaan – bertahan lama
komitmen untuk kesucian masa kanak-kanak. Anak-anak di dalamnya
keluarga diberi posisi utama. Banyak yang percaya, dan
memang demikian, bahwa homeschooling memungkinkan orang tua untuk membesarkan anak-anak
di lingkungan yang lebih alami dan memelihara. Sekolah umum bisa
membuat orang gugup, malu-malu, dan benar-benar jahat. Anak-anak yang mendapatkan
disekolahkan di rumah dilindungi dari hal-hal negatif yang merusak ini
pengaruh sampai mereka mencapai usia di mana mereka dapat mengatasinya.

Homeschooling menarik seluruh keluarga menjadi hampir religius
tugas sekolah. Setiap orang dipekerjakan. Orang tua bersama
membentuk ikatan dengan anak-anak. Pengalaman apa pun bisa diubah menjadi
sebuah pengalaman pendidikan. Kedua orang tuanya sama-sama menyadarinya
apa yang ada di kepala anak mereka. Orang tua pun punya lebih banyak
kontrol atas jenis nilai agama dan moral yang dimiliki anak
menyerap. Menonton film bersama pun bisa menjadi pembelajaran
pengalaman. Berwisata ke perpustakaan dan tempat lain menjadi
pendidikan sekaligus rekreasi.

Keluarga homeschooling terutama bergantung pada pendapatan salah satunya
mendapatkan anggota. Artinya, seringkali pengeluaran harus dibatasi
dan perencanaan pengeluaran yang tepat adalah suatu keharusan. Ini membantu untuk membawa
anggota keluarga bersama-sama dan semua orang terlibat dalam
proses menabung.

Memiliki orang tua di rumah untuk mengawasi, mengasuh, dan merawat
anak-anak membawa serta banyak cinta dan perhatian. Bahkan milikmu
suami keripik dan tidak ada ruang untuk kebosanan. Iya,
masalah memang muncul, dan ada banyak keraguan dalam diri Anda
pikiran. Tetapi ketika Anda tahu bahwa anak-anak Anda selalu dapat mengandalkan Anda,
dan anak-anak Anda juga mengetahuinya, maka homeschooling menjadi sesuatu yang kaya
pengalaman yang bermanfaat.

OUR OFFICES

Jakarta
JI. M.H. Thamrin,
no 31 Jakarta 10230

+62 21 392 3189
[email protected]

Singapore
80 Raffles Place
#50-01 UOB Plaza 1
Singapura 048624

+65 62169368
[email protected]

Beijing
5th floor, East Fortune Time Plaza,
11 Fortune Garden, Beijing China 100032

+86 1058362277
[email protected]

Leave a Comment