Mengenal Jenis Alat Pelindung Diri dan Penggunaannya

 

jual helm proyek Industri perangkat kesehatan menjadi laris manis di tengah lesunya perekonomian saat wabah virus corona merebak laksana sekarang. Permintaan terhadap sekian banyak alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penyebaran virus corona terus berdatangan. Permintaan tidak melulu dari kesebelasan medis yang memang sedang di garda depan menangani pasien Covid-19, tetapi pun masyarakat biasa.

Saking membanjirnya permintaan terhadap sekian banyak pelindung tubuh, World Health Organization (WHO) bahkan menuliskan stok sejumlah jenis APD di dunia tidak memadai untuk menangani virus corona. Kebutuhan sekian banyak alat kesehatan itu melonjak menjadi jutaan unit guna tiap bulannya.

Tim medis sebagai garda terdepan penanganan pasien Covid-19 seharusnya mendapat prioritas guna mendapatkan sekian banyak APD. Namun, sebab kekhawatiran masyarakat pun demikian tinggi, sering alat kesehatan yang seharusnya dikenakan kesebelasan medis kesudahannya menjadi konsumsi masyarakat umum.

Mengenal jenis-jenis APD dan pemakaiannya dalam situasi ketika ini menjadi paling penting. Ini supaya Anda tidak mudah melakukan pembelian alat kesehatan yang seharusnya menjadi jatah semua tim medis. Berikut penyampaian mengenai pelbagai APD yang menjadi paling tenar saat wabah virus corona muncul.

Masker Kain

Dari hasil penelitian terbaru, WHO akhirnya menyarankan orang memakai masker berbahan kain guna menutupi unsur hidung sampai dagu. Masker kain dinilai dapat menjadi APD untuk masyarakat sehat ataupun yang merasa sedang tidak enak badan. Jenis masker ini dinilai dapat menghalau penyebaran virus lewat droplet hingga sekitar 70%.

Masker Bedah

Masker bedah atau surgical mask lebih dianjurkan untuk pemakaian oleh tenaga medis. Namun, jenis masker yang seringkali terdiri atas tiga lapisan ini pun diperkenankan untuk masyarakat yang sedang sakit. Tujuannya ialah mencegah penyebaran virus. Masker bedah mempunyai sifat anti-air dan mempunyai filter antikuman yang bisa menghalau cipratan air liur, yang menjadi sumber penyebaran virus serta bakteri. Masker ini pun mempunyai lapisan dalam yang dapat menyerap cairan dari mulut Anda sampai-sampai air liur juga tidak bakal terpercik ke luar.

Masker N95

Inilah jenis masker medis yang paling dianjurkan untuk menghalau penularan virus corona. Masker N95 memiliki keterampilan menghalau cipratan air liur serta partikel virus di udara. Kemampuan ini sangat diperlukan tim medis yang sering berhadapan dengan virus yang dapat bertahan di angkasa secara singkat dampak cipratan dari pasien atau aerosol, laksana corona virus. Masker N95 paling ketat saat dikenakan untuk meyakinkan tidak terdapat celah yang dapat disisipi virus atau bakteri.

Sarung Tangan

Penggunaan sarung tangan sebagai perangkat pelindung tubuh menjadi efektif bila dipakai tim medis. Ini sebab mereka berinteraksi langsung dengan semua pasien Covid-19 dan sangat gampang terpapar virus. Sarung tangan guna tim medis seringkali berjenis nitrile atau lateks. Namun, sarung tangan sejenis ini menjadi tidak efektif bila dipakai masyarakat biasa.

Menggunakan sarung tangan tetap saja memungkinkan virus masuk ke tubuh Anda saat mengelap wajah secara tidak sengaja. Cara sangat efektif supaya tangan terlindung dari virus corona ialah dengan membasuh tangan menggunakan sabun antibakteri, laksana Lifebuoy Hand Wash. Kalau tidak memungkinkan membasuh tangan dengan air, kita juga dapat menggunakan Lifebuoy Hand Sanitizer untuk mencuci bagian tangan sebelum memegang unsur wajah.

Kacamata Pengaman

Sebutan lainnya ialah kacamata goggles. Kacamata lebih ditujukan sebagai perangkat kesehatan untuk tenaga medis. Kacamata pengaman lazimnya mempunyai karet penahan di tiap sisi sampai-sampai ketika digunakan akan paling ketat. Meski demikian, tetap ada ventilasi di unsur kacamata untuk memungkinkan sirkulasi udara.

Hazmat

Alat pelindung diri ini menjadi perangkat pelindung utama untuk tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19 maupun yang masih terduga. Bahan baju hazmat diciptakan serat polietelin densites yang mempunyai kerapatan hingga 0,5 mikron. Dengan kerapatan tersebut, hazmat dipercayai mampu menghalau virus sejenis corona supaya tidak menempel langsung ke unsur tubuh semua petugas medis.

Topi Pelindung

Topi ini bermanfaat memproteksi unsur kepala semua petugas medis supaya tidak terkena virus maupun bakteri saat berinteraksi dengan pasien. Topi ini berbentuk batok untuk mengayomi area atas kepala serta dilengkapi perisai kaca di unsur wajah.

Kini kita lebih memahami tentang APD guna menghalau penyampaian virus dan bakteri yang pemakaiannya sebetulnya lebih diprioritaskan untuk semua tim medis. Budaya membasuh tangan dengan sabun anti bakteri tetap menjadi tahapan paling efisien meminimalkan penularan virus corona.

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment